Menyikapi perbedaan pendapat..

Perbedaan pendapat sudah ada sejak jaman dulu, sejak jaman rosululloh perbedaan pendapat pun masih sering terjadi, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua perbedaan itu tidak menyebabkan mereka berpecah belah atau saling menghujat dan menjatuhkan, mereka tetap bersaudara, rukun dan saling menghormati.   Perbedaan pendapat itu indah jika kita mampu memaknai sebagai keanekaragaman berfikir, kemajemukan kreasi dalam melengkapi, corak tanpa batas warna.

Seperti kata Alloh “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al Hujurat – 13).

Banyaknya perbedaan pendapat yang muncul dan akan terus ada, yang sering timbul di tengah hingar bingar perbedaan pendapat antar golongan ini biasanya mengakibatkan seseorang terlalu berlebihan dan terlalu kaku (tidak fleksibel) dalam berpikir, bergerak, dan belajar. Yang jatuhnya justru akan melemahkan fungsi dakwah itu sendiri. Jika kita terlalu berlebihan dalam memuja golongannya, hanya menerima pendapat dan masukan dari orang-orang kalangan internal mereka saja, dan tidak berkenan menerima masukan dari pihak luar yang bukan golongan mereka. Alih-alih mengamalkan saran, bahkan untuk sekedar menerima dengan rasa ikhlas saja juga terkadang sulit. Karena sudah tertanam dalam kepala mereka bahwa golongannya adalah yang paling benar.

Secara tidak sadar kita telah melahirkan sendiri ruang gerak yang menjadi terbatas. Secara otomatis lingkup interaksi dengan masyarakat sosial juga berubah. Karena sudah kadung fanatik dengan pemahamannya, yang ternyata juga tidak sedikit dari pemahaman itu merupakan tafsir yang kaku, maka tak bisa dipungkiri bahwa mereka juga akan membatasi diri mereka sendiri dalam menyampaikan sebuah pesan, karena melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini memang sangat banyak manusia yang secara moral dan perilaku sudah jauh dari nilai Islam. Seperti halnya yang sering terjadi di lingkungan kerja kita, dilingkungan tempat tinggal kita, banyak sekali perbedaan pendapat yang akan kita temui, kalau ini kita tidak sikapi dengan bijak, maka hal ini akan menjadi persoalan tersendiri buat kita dan hari – hari kita. Intinya bukan tugas kita menyamakan perbedaan, tetapi bagaimana menciptakan iklim perbedaan menjadi sejuk untuk dilalui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *