Razeki ga pernah salah…

Kebahagiaan terpancar dari wajah bapak dua anak tetanggaku, ya itulah Bapak Sono, biasa kami ngobrol dan bertegur sapa gaya khas banyumas saat bertemu atau sengaja saya ke rumahnya. Setelah tidak lagi berjualan mie ayam, untuk menghidupi keluarga saat ini beliau menekuni menjadi kuli panggul di Pasar Wage, yang biasa dilakukan dari  pukul 01.30 WIB pagi sampai dengan pukul 06.00 WIB. Waktu yang tidak biasa memang bagi orang seperti saya, barangkali disaat kita sedang tertidur lelap beliau sudah berangkat ke pasar, disaat kita mau berangkat kerja , beliau sudah pulang dari pasar, sungguh luar biasa. Pekerjaan itu sangat tekun dijalaninya, meskipun jika malas sedang menghinggapi biasanya saya melihat beliau menghabiskan waktu dengan memancing atau main burung kesayangannya yang cukup banyak berjejer di rumahnya, itupun banyak dari hasil barter atau menangkap dengan jebakan.

Jarak antara rumah saya dengan beliau cukup dekat, seberang jalan, tepat rumah  nomer dua dari depan rumahku, mudah mencarinya dengan ciri khas yang sudah melekat. Sebenarnya mudah dikenali, cukup melihat orang yang jarang pakai baju kalau di rumah, itulah sosoknya, orangnya apa adanya, senang bercerita, cukup banyak punya keahlian, dari potong rambut sampai tukang bangunan. Cukup lama Pak Sono tinggal di rumah yang sederhana, kadangkala saya melihat kalau hujan ada air yang masih masuk kerumahnya, sering beliau curhat kondisi ini, dengan tetap berharap suatu saat ada rejeki yang datang untuk bisa mengubah semua. Seperti biasa hari – harinya dilewatkan dengan mencari rejeki dipasar wage, tidak terbesit sedikitpun barangkali bahwa akan ada rejeki lebih menghampiri untuk memperbaiki kondisi rumahnya, sampai kemudian pada hari dimana seseorang memerintahkan untuk segera memperbaiki rumahnya.

Bukan itu saja kebahagiaanya, anak gadis pertamanya yang sudah menunggak sepuluh  Bulan SPP di sebuah sekolah SMP di Purwokerto, ternyata telah lunas dibayari seseorang, yang kemudian diketahui adalah bapak dari teman sekolah anaknya. Sungguh luar biasa keajaibanNya, ketika Alloh sudah menentukan hambaNya yang akan di tolong, kapan saja , dimana saja, pada siapa saja semua akan menjadi nyata. Barangkali dari sini kembali kita belajar banyak hal bahwa kita tidak boleh berputus asa dengan kondisi yang ada, kita tidak boleh banyak mengeluh dengan apa yang terjadi pada diri kita, selagi kita mempunya semangat, selagi kita tetap punya keyakinan maka percayalah semua akan datang pada waktunya sebagaimana yang kita impikan. Kebaikan yang tentunya menuru Alloh, bukan kebaikan yang datang dari sudut pandang manusia, karena bisa jadi baik menurut manusia belum tentu baik menurut Alloh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *